PT KPI Unit Balikpapan Mulai Pit Stop 2026, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan resmi memulai rangkaian Pemeliharaan Rutin (Pit Stop) Balikpapan 2 Tahun 2026 yang ditandai melalui kegiatan Grand Safety Talk sekaligus pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Senin (19/1/2026).

 

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kilang yang memiliki tingkat risiko tinggi.

 

“Kegiatan ini menandai dimulainya pemeliharaan rutin Balikpapan 2 sekaligus pembukaan Bulan K3 Tahun 2026. Area kilang adalah lingkungan kerja dengan risiko tinggi dan sering kali risikonya tidak terlihat, sehingga body system atau saling menjaga antar pekerja menjadi sangat penting,” ujar Anto.

 

Ia mengingatkan seluruh pekerja dan kontraktor agar senantiasa mematuhi prosedur keselamatan serta tidak ragu melakukan intervensi jika melihat kondisi kerja yang tidak aman.

 

“Di kilang terdapat peralatan dengan tekanan dan tegangan tinggi. Siapa pun, tanpa melihat jabatan, wajib saling mengingatkan apabila melihat pekerjaan yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Manager Turn Around PT KPI Unit Balikpapan, Ryan Arianto, menjelaskan bahwa Pit Stop Balikpapan 2 Tahun 2026 akan berlangsung selama 27 hari kalender, mulai 19 Januari hingga 14 Februari 2026, dengan sistem kerja 24 jam dalam dua hingga tiga shift.

 

“Pemeliharaan rutin mencakup 481 pekerjaan, meliputi 118 stationary equipment, 141 instrument equipment, enam rotating equipment, dan 16 electrical equipment. Kegiatan ini melibatkan 18 kontraktor dengan estimasi sekitar 850 tenaga kerja,” jelas Ryan.

 

Ia menegaskan bahwa slogan Pit Stop Balikpapan 2 Tahun 2026 adalah OTOBOSQ (On Time, On Budget, On Safety & Quality), yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

 

“Kami ingin memastikan seluruh pekerja datang dengan selamat dan pulang dengan selamat. Jangan bekerja sendirian, terapkan body system, dan lakukan intervensi jika melihat kondisi tidak aman. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

 

Ryan berharap seluruh rangkaian pemeliharaan rutin dapat berjalan sesuai rencana, aman, dan berkualitas sehingga mendukung keandalan operasi kilang.

“Keselamatan dan kualitas harus berjalan beriringan demi menjaga keberlanjutan operasional dan ketahanan energi nasional,” pungkasnya. (mid)